|
Video 1 |
Video 2 |
Video 3 |
|
Pada video 1 guru menerapkan pembelajaran
diferensiasi konten tapi juga melibatkan 2 aspek diferensiasi lainnya yaitu
proses dan produk. penggunaan pembelajaran ini dilandasi oleh banyaknya
masalah yang dihadapi oleh guru tersebut didalam kelas seperti murid
mengantuk, sulit konsentrasi dan banyak bengong hal itu yang mendorong guru
tersebut untuk mengubah metode pembelajaran nya. setelah mengikuti beberapa
pelatihan tentang kompetensi pedagogi guru, ia menemukan tentang pembelajaran
diferensiasi dimana menurutnya dapat mengakomodasi kebutuhan belajar murid.
pada aspek konten guru tersebut memberikan cuplikan video yang berhubungan
dengan materi kemudian pada aspek proses ia membuat kelompok diskusi kecil
yang akhirnya menghasilkan produk peta konsep sesuai dengan minat dan bakat
mereka masing-masing yang tentu saja sesuai dengan materi yang sedang
dipelajari. pada akhir video ia juga menyampaikan bahwa pembelajaran
diferensiasi ini sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan dan keberagaman dari
setiap anak masing-masing. |
Pada Video ke 2 guru juga mengalami kendala yang
mirip dengan Video pertama yaitu kelas sepi, murid tidak bersemangat, murid
mengantuk hingga ada yang meletakkan kepala diatas meja pada saat pemberian
materi. Tentu saja itu menjadi tantangan bagi guru yang bersangkutan sehingga
ia kemudian menerapkan pembelajaran diferensiasi proses di dalam kelas.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh oleh guru tersebut yaitu membentuk lima
kelompok berdasarkan asesmen awal kemampuan murid, memberikan bimbingan
secara bergiliran pada kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih, dan yang
terakhir memberikan soal yang membutuhkan analisis lebih tinggi kepada murid
yang sudah mahir agar mereka dapat belajar mandiri. dengan penerapan
pembelajaran diferensiasi proses tersebut ia merasa kelas lebih bersemangat
dalam mengikuti pembelajaran. |
Guru di video 3 ibu Lia peni mengatakan bahwa
sebenarnya ia sudah sering menerapkan pembelajaran diferensiasi produk
didalam kelas namun pada saat itu belum mengenal istilah tersebut. ia menilai
pembelajaran ini sesuai untuk memenuhi kebutuhan anak terutama di sekolah
tempat ia mengajar dimana muridnya memiliki minat yang sangat beragam.
awalnya ia hanya memberikan teori kepada murid kemudian memberikan penugasan
dan meminta mereka mempresentasikan didepan kelas namun hal tersebut membuat
siswa merasa bosan dan tidak bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
setelah menerapkan pembelajaran
diferensiasi produk dalam pembelajarannya tentang menulis aksara jawa dengan
menerapkan pada media pembelajaran siswa lebih semangat mengikuti
pembelajaran didalam kelas yang tentu saja akhirnya dapat mencapai tujuan
pembelajaran yang diinginkan. |
Diantara tiga video tersebut, komponen
diferensiasi manakah yang menurut Bapak/Ibu paling efektif untuk diterapkan
pada pembelajaran? Mengapa?
Menurut saya pembelajaran diferensiasi
yang paling efektif yaitu gabungan dari ketiga komponen diferensiasi tersebut.
mengapa? karena pada setiap komponen terdapat banyak hal yang secara tidak
langsung dapat diterapkan secara bersamaan dalam sekali pembelajaran. contoh
ketika mengajarkan tentang materi introduction-self dalam Bahasa Inggris kita
dapat menerapkan ketiga komponen tersebut. pertama dalam konten kita dapat
menyiapkan bacaan yang beragam dan menampilkan berbagai video yang sesuai dengan materi ajar pada saat itu.
kemudian pada komponen proses kita bisa membentuk siswa kedalam beberapa
kelompok diskusi kecil agar mereka dapat saling berbagi dan bertukar pikiran
dengan teman untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dan yang terakhir dalam
komponen produk siswa bisa diberikan kebebasan untuk menampilkan hasil kerjanya
seperti memperkenalkan diri dalam bentuk tulisan maupun video singkat sesuai
dengan minat dan bakat masing-masing siswa.
No comments:
Post a Comment